Kamis, 02 Februari 2017

Rumpi bareng suami

Mengusahakan ngobrol berdua saja dengan suami buat saya luaarrr biasa. suami saya tidak terlalu pendiam tapi menemukan waktu untuk berdua saja ngobrol tanpa gangguan krucil adalah luar biasa, kadang waktunya dapet tapi pas suami ingin didengarkan jadilah saya pendengar yang baik. percakapan seputar perkembangan anak bahkan seringkali terjadi disuasana dalam perjalanan, ketika suami nyetir dan anak-anak tidur di mobil barulah berjam-jam kami bisa ngobrol santai dan enak. jadinya kayak di rapel. hahaha....
kenapa bisa begitu ? semua anak saya yang sudah bisa berbicara mereka talkative, seringkali berebutan untuk bicara dan menceritakan apa yang mereka alami dan rasakan. saya dan suami harus mengatur giliran mereka berbicara secara bergiliran ketika kami kumpul bersama, lucunya zaid yang 2,5 th selalu menyela dengan ribut minta didengarkan, sekedar dia duluan yang bicara. heheheh semesta miliknya seorang.
Sepanjang 8 th pernikahan kami, saya dan suami lebih sering terpisah jarak, bahkan terpisah waktu, kadang beda kota, pernah beda propinsi, bahkan pernah beda negara dan beda benua, sebisa mungkin kami mengusahakan komunikasi lewat berbagai saluran komunikasi kekinian terutama antara anak-anak dan papanya. mamanya cukup lewat WA ajah...hihihi
sudah lama saya ingin ngorol soal rencana kami kedepan, sejak suami resign dari tempat kerjanya. Jujur kami belum menemukan jalan pengganti yang nyaman untuk mengusahakan dapur ngebul hehehe 6 bulan terakhir saya beri kesempatan beliau untuk full main sama anak-anak mengganti semua waktu yang sempat hilang saat harus lama di luar kota.
Alhamdulillah siang itu anak-anak kompak tidur siang di jam yang sama, segera saya ambil kesempatan itu sebelum bliau ngomongin situasi indonesia terkini yang buat saya bikin pusing pala barbie hahaha...
dalam suasana tenang, beres makan siang yang terlambat. alhamdulillah lebih dari satu jam kami bertukar pikiran, mengenai investasi kecil-kecilan apa saja yang memungkinkan bagi kami.sampai harus mempersiapkan apa saja untuk mengaktifkan bisnis yang sempat kami kelola masing-masing sebelum menikah dulu. Saya pun bertanya apakah  saya diijinkan kalau ingin mengelola usaha lagi seperti sebelum menikah, namum karena harapan beliau jika saya ingin mengelola bisnis, anak harus kepegang. saya belum sanggup. hehhehe. saat ini multitaskingnya baru di level mengawasi 4 anak.
dari waktu yang singkat itu setidaknya kami mendapat gambaran, alhamdulillah suami mulai mengeksekusi sedikit demi sedikit  rencana kami.
tugas saya berikutnya adalah mengkondisikan waktu waktu terbaik, untuk dapat berdiskusi lagi dengan tenang dan serius tanpa interupsi tiupin balon, anak minta mimi, melerai perkelahian dan air tumpah hehehe

#day4
#tantangan10hari
#kuliahkomprodbunsayiip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar