" mama turunin mainan Afiz ga bisa " Teriak anak kedua saya dari lantai 2
saya diam
lebih dari 3x dia masih teriak juga sampai akhirnya turun sambil ngomel " mamah dimana sih? kenapa ga jawab "
saya tersenyum. mama gak mau teriak, kalau perlu, samperin mamah. kita di rumah bukan di hutan "
"Mama..sini, Aa gak bisa ngerjainnya" lain waktu Aa yang teriak
saya diam, setelah 3x kali ini saya yang berjalan mendekati Aa karena urusan saya di dapur pun selesai
"Aa ada perlu apa?" tanya saya
" ini, gak ngerti cara ngerjainnya ?" kata aa sambil menunjukan buku matematikanya
" menurut Aa, dengan teriak mama bisa tahu gak susahnya dimana? kan bukunya gak keliatan "
Aa nyengir " iya mah, gak tahu "
" lah terus kenapa, Aa gak nyamperin mama "
ini di rumah bukan di hutan, kalau terlalu jauh datang, kan bukan tarzan yang bisa Aaauuuooo uuuooo
Anak-anak tertawa tiap kali dijelaskan supaya tidak berteriak ketika memerlukan sesuatu,jangan kaya tarzan tapi datangi orang yang akan diajak berbicara.
tapi sekali lagi anak-anak tidak pernah salah meng copy. jelas sayalah yang masih mencontohkan perilaku negatif ini kalau sedang terburu buru membutuhkan sesuatu, atau pertolongan dari anggota keluarga yang lain. Mak.. !! konsisten dong Mak !, duh si emak ini, ampun deh hihihi....
Maka selama 1 jam saya berhasil belajar dari anak-anak tentang serunya ber,main di hutan berbisik. kami membuat aturan kalau berbicara harus berbisik, atau bersuara pelan. anak-anak kadang tertawa geli ketika harus berbisik di telinga kakak atau adiknya. its fun for them. dan ini sekaligus melatih ketahanan saya untuk tidak berteriak dan memaksa sayalah yang harus memberi contoh dengan tidak malas berdiri dan bergerak, berjalan menuju anak-anak untuk menyampaikan sesuatu.
saya merasa ini perlu dilatih terus menerus. karena semakin besar anak-anak, semakin mereka ingin mengutarakan keinginannya semakin ramailah rumah dengan suara keras, anak-anak. sehingga terkadang tingkat "polusi suara" di rumah cukup tinggi
anak-anak menikmati permainan ini walau belum bisa bertahan lama, terima kasih anak-anakku....
mamalah yang masiiihhh terus harus belajar dari kalian
#day7
#tantangan10hari
#komprodbunsayIIP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar