Kamis, 02 Februari 2017

TETOOT ........Anda salah

Kalau ada bel semacam di kuis kuis yang ditayangkan di televisi. berkali kali alarm kami hari ini pasti berbunyi TETOOT...TETOOTTT,  Anda salah, jawaban anda belum benar.
Tetoot bukan telolet loh ya. hehehe
Ya, hari ini saya gagal memahami anak kedua saya Fiz. dan ini bukan yang pertama kali saya kesal dengan sikap keukeuh peutekeuhnya Fiz.
Anak saya yang nomer 2 memang teguh pendirian, saya seringkali berbenturan untuk menyelaraskan harapan saya dan keinginan dia. tidak mudah make deal dengan Fiz. papanya, bahkan tante-tantenya dan kakeknya sekalipun sering dibuat gemas dengan keras kepalanya Fiz. kalau orang lain sudah protes dengan sikap Fiz, saya berdoa Ya Alloh inilah calon pemimpin masa depan yang akan selalu tegas membela yang benar, teguh pendirian mempertahankan kebenaran, Amiin

namun adakalanya emosi saya mengalahkan nalar. beberapa hari belakangan ini saya ingin merubah sedikit demi sedikit kebiasaan picky eater Fiz yang terbukti menyulitkan ketika harus bepergian jauh keluar kota dimana kami tidak bisa menemukan makanan yang diinginkannya. Memang benar adanya ketika saya menetapkan tantangan tahun ini adalah merubah pola makan anak-anak lebih sehat. ujiannya langsung datang lewat Fiz. beberapa hari ini dia malas makan, bagaimanapun dengan pilihan yang itu-itu saja pasti seorang anak juga merasa bosan. Fiz hanya makan pasta, mie,roti, kalaupun nasi pilihan lauknya bikin pusing pala betmen. Dia bahkan bisa mogok makan hanya karena mengganti goreng telurnya dengan menggunakan minyak dan bukan dengan margarin.

hari itu memang situasi di rumah riweuh saya belum beres-beres rumah padahal sudah jam 10, sarapan untuk suami juga belum ada, makanan anak-anak belum siap penyebabnya baby A yang hari  minta nempel terus, dan tumben si bayi gak betah di gendong papanya.
jadilah saya terburu-buru memasak, menyiapkan  menu yang berbeda, untuk suami, Fiz dan Zaid.
" Fiz, ayo makan " kata saya sambil lalu
" nanti masih panas " teriak hafiz, tanpa bergeser dari Legonya 10 menit berlalu saya panggil lagi
dia menghampiri makanannya dan mulai protes
" kenapa mama gak tanya dulu Fiz mau makan apan ? ga mau makan " dia mendorong piringnya
" makan apa yang ada , mama udah cape masak " ( tetoot...emak mengeluh pada anak)
" kenapa gak tanya dulu, ga mau ini. ini spaghetinya beda " tepok jidat sayah. hanya karena ukuran lebar spagheti dan fetucini yang beda lebar sedikit, Fiz tidak mau memakannya
" Makan yang ada Fiz, disyukuri atuh ", papanya menasehati
" pokoknya fixz ga mau makan " fiz merajuk
" terserah, kalo ga makan nanti kelaparan "  suara saya mulai meninggi( tetoot emak ngancam )
" ayo, fiz daripada nanti sakit kaya aa, di infus masuk rumah sakit" bujuk Papanya dengan suara tenang ( tapi nakut nakutin, hihi)
" Biar afiz, laper, kalo sakit juga yang ripuh mamah harus bayar 20 juta " . saat itu saya makin kesal (ketika menuliskan ini saya jadi senyum senyum, betapa cerdasnya anak ini, sok tahu bilang 20 juta lagi hehhehe)

dari pada meledak, saya masuk kamar sambil sebelumnya mengancam lagi ( tetoott) " Pokoknya yang ada dimakan, mama gak akan bikin apa-apa lagi, kalau mau  !dimakan , gak mau ? silahkan tahan lapar "
Duuhhh Emak galak bener yak ? , astagfirullah.....

30 menit kemudian solusi itu malah datang dari anak ( Alhamdulillah ya Alloh, begini cara kau mendidikku )
" ma, boleh Fiz makan cereal pake susu? Fiz liat di lemari masih ada cereal, Fiz bisa kok bikin susunya sendiri, biar Afiz aja " saat itu saya tersenyum,dan langsung bilang " boleh "
 inilah istimewanya Fiz sebetulnya, dia seringkali mengendapkan dulu permasalahan sampai dia menemukan sendiri solusi yang nyaman baginya. hanya saja orang disekelilingnnya seringkali tidak sabar menunggu dia menemukan "ilham"
(Saat menuliskan ini, emak meleleh betapa tidak bersyukurnya saya padahal solusi didepan mata, hanya karena ingin cepat selesai semua urusan dan terburu-buru jadilah rusak susu sebelanga)
Padahal anak dengan segala kemandiriannya mampu mengatasi persoalannya sendiri.

Hari itu untuk kesekian kalinya saya dapat pelajaran berharga lewat anak saya. Raise your kid Raise you self

#harike5
#Tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip



Tidak ada komentar:

Posting Komentar