Jumat, 27 Januari 2017

Nasihat dari Mas A dan Mas B

Hidup dengan 4 orang anak yang semuanya berada dalam rentang usia egosentris menjadikan rumah kami ramai setiap harinya, dari mulai gelak tawa, teriakan gembira tak jarang adu argumen dan kejailan yang berujung pada perdebatan bahkan adu fisik.
Bukan anak-anak namanya kalau sepanjang hari , sepanjang minggu damai sentosa sejahtera tanpa ada keributan karena ada yang jail, iseng , berkelahi bahkan sampai menangis.
sore itu jelang makan malam alih alih duduk manis Aa dan fiz entah mempersoalkan apa kami tiba-tiba hanya melihat mereka saling pukul ayahnya berusaha melerai tapi masih saja saling balas, ternyata awalnya karena kejailan Aa. hingga saling balas yang tak berujung. tak selesai walau dilerai akhirnya saya ikut turun tangan, saya tarik keduanya. untuk berdiri berhadapan .
" sekarang mulai, silahkan saling pukul sampai puas " saya berusaha menggunakan intonasi tegas.
herannya mereka malah diam. " kalau kalian tidak saling ikhlas memaafkan silahkan teruskan dulu ", akhirnya Aa malah mengulurkan tangan duluan dan mereka bersalaman. Saya belum tahu apakah cara demikian dibenarkan. yang pasti makan bersama selalu efektif untuk memualai komunikasi di rumah kami, menjadi ajang bagi nasihat pada kebenaran dan kesabaran. bentuknya tidak hanya dalam obrolan, tetapi seringkali dalam bentuk story telling biasanya ini bagian papanya dan saya hanya tinggal memancing dengan pertanyaan-pertanyaan untuk mengetahui apakah mereka bisa menangkap maksud cerita tersebut.
"Dengar ya A, Fiz...dulu papa masih kecil punya guru ngaji yang jago silat juga akhlaknya baik, anak-anak juga suka sama si mas A ini." Papa mulai bercerita
" Kok Mas A? biasanya papa cerita namanya si Fulan ?" Aa menyela, hiihihihi...ganti nama
"karena tokohnya ada dua A, satunya mas B " lanjut papa
dan anak-anakpun mulai konsentrasi, sambil memulai makan
" nah Mas A ini punya kaka namanya mas B, yang kelakuannya kebalikan dari adiknya. Dia tukang mabuk, bikin onar,terus suka marah-marah ke ibunya, menyakiti ibunya . semua tetangga satu kampung tahu.

cerita stop lagi. karena anak-anak bertanya  tentang arti kosakata onar dan mabuk. ya seringkali komunikasi menjadi ajang kami untuk memperkenalkan kosakata baru pada anak-anak, kadang kami masih sering lupa untuk menyederhanakan kalimat, alhamdulillah ini malah menjadi sarana belajar, karena anak-anak aktif berbicara dan selalu bertanya jika menemui kata yang masih asing di telinga mereka.

Cerita tentang mas A dan mas b pun terus bergulir di karpet makan malam berjamaah kami, tentang perkataantetangga tentang Mas A dan Mas B yang tidak akur, perbuatan perbuatan buruk mas B dan perbuatan baik Mas A hingga perubahan mas B yang menjadi shaleh, happy ending story
yang diakhiri dengan nasehat Papa, agar anak-anak selalu berbuat baik dengan saudara dan saling menyayangi.
Alhamdulillah forum keluarga hari ini berujung manis, anak-anak lahap. Mama senang.hehehe...

Di keluarga saya , komunikasi  efektif dan produktif dari kami sebagai orang tua lebih sering terjadi ketika kumpul bersama, di karpet makan (kami tidak punya meja makan,hehe). di tempat tidur , dan di mobil dalam perjalanan. itu mejadi tempat dan waktu-waktu paling berharga bagi kami untuk saling mendengarkan cerita dan pendapat anak-anak.tantangannya adalah mengatur giliran bicara , karena anak-anak masih saja berebutan untuk lebih dahulu minta didengarkan .hehehe...maklum anak 4 dan 3 sudah sangat aktif berbicara. untuk hal ini saya masih harus berlatih lagi dan memahamkan anak-anak untuk bergiliran dan belajar menjadi pendengar yang baik. Dan latihan bagi saya terutama adalah melatih untuk menyadari bahasa tubuh agar anak-anak dan suami merasa betul betul didengarkan, kerena sat ini dengan keriweuhan di rumah saya masih sering mendengar tapi disambi-sambi ngerjain yang lain. Hehe..




#harike2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar