Rabu, 03 Februari 2016

Mendidik anak laki-laki

 Pada kuliah fitrah base education ke 6 di Depok beberapa waktu lalu, salah satu pembicaranya adalah ustadz bendri. beliau berbicara mengenai fitrah kelaki-lakian. Beda mendidik anak laki-laki beda pula cara mendidik anak perempuan. sayangnya karena ust Bendri datang terlambat jadi pembahasannya ngebut banget. padahal saya perlu sekali materinya karena anak-anak saya semuanya laki-laki hehehe....

 Ustadz bendri membandingkan antara 2 nama besar yang disebut dalam Al-Quran. Yaitu nabialloh Ibrahim Alaihissalam dan Imran...

Ya...kedua ayah tersebut sama-sama melahirkan keturunan nabi-nabi. Seingkali ketika kita menyebut nabi ibrahi...di benak kita akan terlintas yaa...itu kan nabi. maka ketika kita mengambil contoh Keluarga Imran... minimal kita pede...dan menjadikan Imran sebagai contoh. karena Imran bukan nabi..kita juga bukan...berarti bisa dong niru Imran...begitu seloroh ustadz

Beda Ibrahim beda pula Imran
  • Ibrahim As berpoligami. Imran tidak
  • Ibrahim memiliki 2 diantara keturunannya yang menjadi nabi. imran anaknya cuma 1, itupun perempuan yaitu Maryam, tetapi Maryam terkenal akan kesholehan dan kesuciannya sehingga kelak melahirkan seorang nabi. Maryam dididik dalam sebuah mihrab maka mendidik anak perempuan harus betah di rumah dan kelak bisa melahirkan dan mendidik calon pemimpin. begitu tegas ustaz.

sedangkan tahapan dalam mendidik anak laki-laki..ustadz Bendri memaparkan dalam berbagai tahapan usia, dengan mengambil contoh kehidupan Rasulullah SAW

Tahapan Usia 0-5tahun (Sterilisasi Bahasa)

  • Rasul diasuh Halimatus sadiah di kampung Bani sa`ad yang saat itu masih berbahasa arab murni.
  • Saat itu bahasa Arab di kota Mekkah sudah rusak. sehingga Rasul saat mulai belajar berbicara harus belajar bahasa ibu yang fasih dan baik
  • setiap BAHASA punya nilai dan rasa, maka fokuslah terhadap pendidikan bahasa ibu.
  • Perbaikan bahasa berarti memperbaiki perilaku ( Qs. Al Ahzab ayat 70-71)

33:70. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,
33:71. niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.
Tahapan usia 6-9 tahun  Belajar Menggembala kambing

Dikatakan dalam sebuah hadits 
"Tidaklah seorang nabi diutus kecuali pernah menjadi penggembala kambing ( HR Bukhari)

  • Hikmah belajar menggembala kambing adalah


  1. Pathfinding
  2. Directing
  3. Controlling
  4. Protecting
  5. Reflecting

  • Maka untuk tahapan usia 6-9 tahun buatlah program pemelihaaan hewan, agar anak mulai dikenalkan dan dididik  mengenai tanggung jawab. minimal pelihara ikan contohnya

Tahapan usia 10-14 tahun = Belajar berdagang

  • Bukan buka lapak tapi ekspedisi barang
  • Dagang sekaligus travelling
  • Hikmah : Mandiri dan punya daya jelajah
  • Rahasia kesuksesan suku Quraisy mereka suka travelling ( Al Quraisy ayat 1)
  • jangan MENGURUNG anak lelaki di dalam rumah 
  • buat program Travelling

Tahapan usia 15-20 tahun = magang Perang

  • rasul memunguti anak panah saat perang FIJAR antara kabilah kinanah dan hawazin
  • untuk bisa perang harus belajar beladiri
  • Rasul muda"siap" memasuki dunia orang dewasa melalui proses magang
  • Program magang membuka visi anak akan masa depan
  • Buat program beladiri dan Magang

Tahapan usia 21 tahun aktif dalam ORGANISASI KEBAIKAN

Rasul menjadi simpatisan organisasi Hilful Fudhul
"Aku menghadiri sebuah perjanjian di rumah Abdullah bin Jud`an. Tidaklah ada yang melebihi kecintaannku pada unta merah kecuali perjanjian ini. Andai aku diajak untuk menyepakati perjanjian ini dimasa Islam, akupun mendatangainya (HR Baihaqi)
Buat program memilih ORGANISASI kebagikan bagi anak.

tahapan Usia 25 tahun  menikahi KHADIJAH

"....dirinya telah beriman padaku tatkala manusia mengingkariku. Dia mempercayaiku ketika orang lain mendustaiku, dirinya telah mengorbankan hartanya manakala orang lain mencegahnya dariku, dan dengannya ALLOH memberiku rezki anak yang tidak diberikan pada istri-istriku yang lainnya 
( HR Ahmad)
  • maka MENIKAH adalah mencari patner kebaikan untuk menciptakan peradaban mulia
  • kegagaln program pengasuhan disebabkan salah memilih jodoh bagi anak
  • dalam hal ini orang tua berhak rewel untuk memilih calon menantunya
  • diskusikan dengan anak tentang CALON MENANTU jauh-jauh hari.

Wah...ternyata peer mndidik anak laki-laki itu panjaaaaang sekali. tapi Bismillah laa haula walaa quwata illa billah...semoga Alloh senantiasa membimbing kami menjadi orangtua shalih agar anak-anak kami menjadi anak-anak yang shalih pencipta perdaban mulia. Amiin

#ODOPfor99days#day15


Tidak ada komentar:

Posting Komentar