Jumat, 18 November 2016

iNi Cara Gue

Di minggu ke lima ini. nice home work kali ini nyaris seperti dilepas, tidak banyak petunjuk yang diberikan tentang bagaimana cra mengerjakan nice Home Work kali ini. ya tentu saja karena NHW kali ini adalah tentang Belajar Cara Belajar. Jadi Silahkan belajar sendiri...hehehe
 NHW kali ini adalah membuat Desain Pembelajaran yang Gue banget.

Ada hal-hal yang saya Stabillo dari materi yang diberikan mengenai Learn How To Learn.

BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR📝

Kita dan anak-anak perlu belajar tiga hal :

1⃣Belajar hal berbeda    
2⃣ Cara belajar yang berbeda

3⃣Semangat Belajar yang berbeda


🍀 *Belajar Hal Berbeda*

Apa saja yang perlu di pelajari ?

yaitu dengan belajar apa saja yang bisa:

🍎Menguatkan Iman,
ini adalah dasar yang amat penting bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya

🍎Menumbuhkan karakter yang baik.

🍎Menemukan passionnya (panggilan hatinya)


*Cara Belajar Berbeda*

Jika dulu  kita dilatih untuk terampil menjawab, maka latihlah anak kita untuk terampil bertanya Keterampilan bertanya ini akan dapat membangun kreatifitas anak dan pemahaman terhadap diri dan dunianya.


Jika dulu kita hanya menghafal materi, maka sekarang ajak anak kita untuk mengembangkan struktur berfikir. Anak tidak hanya sekedar menghafal akan tetapi perlu juga dilatih untuk mengembangkan struktur berfikirnya


Jika dulu kita hanya pasif mendengarkan, maka latih anak kita dg aktif mencari. Untuk mendapatkan informasi tidak sulit hanya butuh kemauan saja.


Jika dulu kita hanya menelan informasi dr guru bulat-bulat, maka ajarkan anak untuk berpikir skeptik

_Apa itu berpikir skeptik ?_

Berpikir Skeptik yaitu tidak sekedar menelan informasi yang didapat bulat-bulat. Akan tetapi senantiasa mengkroscek kembali kebenarannya dengan melihat sumber-sumber yang lebih valid.


*Semangat Belajar Yang berbeda*

Semangat belajar  yang perlu ditumbuhkan pada anak kita adalah :


🍀Tidak hanya sekedar mengejar nilai rapor akan tetapi memahami subjek atau topik belajarnya.

🍀Tidak sekedar meraih ijazah/gelar tapi kita ingin meraih sebuah tujuan atau cita-cita.


Ketika kita mempunyai sebuah tujuan yang jelas maka pada saat berada ditempat pendidikan kita sudah siap dengan sejumlah pertanyaan-pertanyaan. Maka pada akhirnya kita tidak sekedar sekolah tapi kita berangkat untuk belajar (menuntut ilmu).


Yang harus dipahami,

*_Menuntut Ilmu bukan hanya saat sekolah, tetapi dapat dilakukan sepanjang hayat kita_*


Bagaimanakah dengan Strategi Belajarnya?


• Strategi belajar nya adalah dengan menggunakan

*_Strategi Meninggikan Gunung bukan meratakan lembah_*


Maksudnya adalah dengan menggali kesukaan, hobby, passion, kelebihan, dan kecintaan anak-anak kita terhadap hal2 yg mereka minati dan kita sebagai orangtuanya mensupportnya semaksimal mungkin.


Misalnya jika anak suka bola maka mendorongnya dengan memasukkannya pada club bola, maka dengan sendirinya anak akan melakukan proses belajar dengan gembira.



🚫 *_Sebaliknya jangan meratakan lembah_*

yaitu dengan menutupi kekurangannya,

Misalnya apabila anak kita tidak pandai matematika justru kita berusaha menjadikannya untuk menjadi pandai matematika dengan menambah porsi belajar matematikanya lebih sering (memberi les misalnya).


Ini akan menjadikan anak menjadi semakin stress.


Jadi ketika yang kita dorong pada anak-anak kita adalah keunggulan / kelebihannya maka anak-anak kita akan melakukan proses belajar dengan gembira.


Orang tua tidak perlu lagi mengajar atau menyuruh-nyuruh anak untuk belajar akan tetapi anak akan belajar dan mengejar sendiri terhadap informasi yang ingin dia ketahui dan dapatkan. Inilah yang membuat anak belajar atas kemauan sendiri, hingga ia melakukannya dengan senang hati.



Bagaimanakah membuat anak menjadi anak yang suka belajar ?


Caranya adalah :

1⃣ Mengetahui apa yang anak-anak mau / minati

2⃣Mengetahui tujuannya, cita-citanya

3⃣Mengetahui passionnya


Jika sudah mengerjakan itu semua maka anak kita akan meninggikan gunungnya dan akan melakukannya dengan senang hati.


  *_Good is not enough anymore we have to be different_*


Baik saja itu tidak cukup,tetapi kita juga harus punya nilai lebih (yang membedakan kita dengan orang lain).


Peran kita sebagai orang tua :

👨‍👩‍👧‍👧Sebaga pemandu : usia 0-8 tahun.

👨‍👩‍👧‍👧Sebagai teman bermain anak-anak kita : usia 9-16 tahun.

kalau tidak maka anak-anak akan menjauhi kita dan anak akan lebih dekat/percaya dengan temannya

👨‍👩‍👧‍👧sebagai sahabat yang siap mendengarkan anak-anak kita : usia 17 tahun keatas.



Cara mengetahui passion anak adalah :

1⃣ _Observation_ ( pengamatan)

2⃣ _engage_(terlibat)

3⃣ _watch and listen_ ( lihat dan dengarkan suara anak)


Perbanyak ragam kegiatan anak, olah raga, seni dan lain-lain.

Belajar untuk telaten mengamati, dengan melihat dan mencermati terhadap hal-hal yang disukai anak kita dan apakah konsisten dari waktu ke waktu.


Diajak diskusi tentang kesenangan anak, kalau memang suka maka kita dorong.



Cara mengolah kemampuan berfikir Anak dengan :


1⃣Melatih anak untuk belajar bertanya,

Caranya: dengan menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya mengenai suatu obyek.

2⃣Belajar menuliskan hasil pengamatannya Belajar untuk mencari alternatif solusi atas masalahnya

3⃣Presentasi yaitu mengungkapkan akan apa yang telah didapatkan/dipelajari

4⃣Kemampuan berfikir pada balita bisa ditumbuhkan dengan cara aktif bertanya pada si anak.

Selamat belajar dan menjadi teman belajar anak-anak kita,


Berangkat dari pengetahuan diatas, saya mengingat kembali bagaimana saya belajar selama ini, ketika masa sekolah dulu saya belajar karena ujian dan pe er sekolah, sumber belajarpun hanya buku paket yang sudah diarahkan oleh guru di sekolah sampai mahasiswapun masih begitu. ih mahasiswa kok gitu ya . hahaha

Ketika  mulai berkarir di dunia fashion saya mulai banyak menggunakan internet sebagai referensi saya selain buku, saya mendatangi guru guru untuk mendapatkan tutorial mengenai design fashion, dan saya baru menyadari. ini jauh sekali dari bidang studi yang saya pelajari saat sekolah

Memasuki dunia Rumah Tangga dan menjadi ibu, Makin banyak ternyata yang saya tidak tahu. penjelajahan saya di dunia maya  menemukan Rumah Inspirasi   yang akhirnya mengantarkan saya ke sebuah Institute ibu profesional. Alhamdulillah

Disini saya menemukan cara belajar yang berbeda yaitu melalui Webinar, Saya harus terbiasa dengan Audio dan Visual sebagai cara saya belajar. Saya jadi ingat dulu pernah juga saya belajar dengan alat bantu berupa CD audio dan saya tidak bisa mengingat apapun yang disampaikan pembicara. namun ketika belajar dengan Webinar, saya bisa . Dan baru menyadari kalau selama ini cara belajar saya adalah Audio Visual.

Namun persoalannya sekarang adalah banjirnya informasi, seorang teman sampai berkata " Ada gak yang harus konsul ke psikolog karena mabok parenting " hahahaha......
Ya ...ya...Ya.... tantangan belajar saaat ini adalah MENAHAN DIRI untuk tidak ingin tahu semuanya.

Mengembalikan FOKUS belajar pada Apakah yang kita pelajari itu akan

  1. Menguatkan Iman, ini adalah dasar yang amat penting bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya
  2. Menumbuhkan karakter yang baik.
  3. Menemukan passionnya (panggilan hatinya)
Maka saya harus memilih dulu apa yang paling penting untuk saya pelajari saat ini.

Fokus saya saat ini sampai 3 bulan ke depan adalah Mempelajari  :
Management waktu ( Bunda Cekatan)
Menu 10 hari (  Bunda Cekatan)
Komunikasi Positif ( Bunda Sayang)
Tazkiyatun Nafs ( Bagian dari komunikasi positif)

Untuk mempelajari semua itu saya merancang 20 % teori dan sisanya 80 % Praktek

Untuk melihat kemajuan saya dalam mempelajari ilmu ilmu tersebut, saya membuat ceklist indikator harian, dengan target 1 hari LULUS, kemudian baru dibuat lagi untuk satu hari berikutnya selama 90 hari.

Untuk tutor saya sudah memilih 2 senior saya dan 2 ustadz sebagai tempat bertanya dan berbagi pikiran

Untuk Fokus, saya harus mengurangi kegiatan di Whatsapp group. agar tidak tergoda untuk mempelajari banyak ilmu menarik yang muncul disana, heheheh
dan menempelkan Post It di PC saya yang mengingatkan saya untuk Fokus, ketika browsing. soalnya sering kemana-mana dan tersesat.  duh...kelemahan saya banget itu.

Sedangkan Desain Pembelajaran bagi anak-anak saya

Bagi Aa Zan (7th)

Menumbuhkan dan mengembalikan lagi kecintaannyadan kesukaan Aa terhadap Al Quran, sehingga Murojaah bukan lagi tugas sekolah, dengan cara Murojaah santai tanpa target.
Membiarkannya memilih pelajaran yang ingin dipelajarinya tanpa dibebani kurikulum sekolah
Memuaskan kreativitasnya dengan menyediakan banyak ragam bahan untuk Art dan Craft worknya

Bagi Kaka Fiz dan Zaid (5th dan 2th)

Main Bermakna dengan banyak bertanya tentang apa ynag sedang mereka kerjakan

Bagi Abizar (3bln)

Mengajaknya bicara untuk membangun kedekatan dan kelekatan dan rasa percaya pada orang didekatnya

Ini Desain Belajarku, mana Desainmu  ☺☺☺

#NHW#5#
#DesainPembelajaran
#LearnHowToLearn


Tidak ada komentar:

Posting Komentar