Dan sampailah saya di minggu kedua, entah kenapa saya jadi sangat menantikan hari senin. I LOVE MONDAY Sooo muuch. ya setelah melewati matrikulasi di minggu pertama, rasanya tak sabar saya ingin segera mendapat materi berikutnya, daann...jreng...jreng... kami diberi materi apa itu ibu profesional. dan setelah memahaminya Nice Home Work kami adalah membuat
“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu
Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.
Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.
Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri.
Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu:
- SPECIFIK (unik/detil)
- MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- TIMEBOND ( Berikan batas waktu)
Intinya indikator yang gue banget yang menurut keinginan klien saya, yaitu anak-anak dan suami di rumah kami.
sebelum materi ini ada, saya sudah curi start untu mewawancarai klien-klien saya.
dimulai dari suami . Apa kriteria ibu yang baik.?
"yang cepet angkat anaknya kalo nangis jangan dibiarin lama-lama ", hahaha.....kami memang baru punya amanah lagi, baby boy 2 mos
Aa dan kaka " mamah yang baik itu yang gimana sih ?"
" yang ngijinin main tab dan ngebolehin nonton TV lama-lamaaaa banget " haduh...pusing pala barbie ini namanya. jadi apa dong indikatornya
Rabu saya tanya lagi..
jawaban paksu " yang ga marah-marah "..hahaiii. ups. mulai keluar deh ...terus pa? ya gitu deh. Hhhh sebagai laki-laki yang bukan 7000 kata per day memang tidak mudah mengorek keterangan dari suami
anak-anak
Aa : ah itu lagi yang ditanya
kaka : yang gak maksa fiz belajar, yang gak nyuruh nyuruh terus fiz buat inilah, itulah, yang bolehin fiz maiiinnn teterusan
Malam jumat saya serius tanya lagi. jawaban anak-anak tetap sama, jawaban suami. ibu rumah tangga yang selayaknya ibu rumah tangga, intinya saya belum lulus bunda cekatan bagi suami, dan belum lulus bunda sayang bagi anak-anak. Hhhmmm baiklah...
maka mengingat kembali Nice home Work #1, sudah tepatlah perasaan saya. masih banyak yang harus dibenahi, dan terkaitmemperbaiki komunikasi dengan pasangan dan anak-anak terlebih dahulu saya harus memperbaiki komunikasi saya dengan SANG MAHA PENCIPTA. dengan ALLOH SWT yang menciptakan saya.
maka sebagai individu, saya adalah hamba Alloh, yang insyaalloh akan berusaha untuk
1. sholat tepat waktu. toleransi maksimal 20menit
2.sholat tahajud seminggu 2x
3. sholat sunnat rawatib. minimal maghrib dan isya
4. sholat dhuha, 5x dalam seminngu
5. tilawah 1 juz 1day
6. gadget Time . 30 menit pagi dan 30 menit siang hari.
7. membaca buku terkait NHW1 min 2 lembar perhari, membuat catatan dan mempraktekannya
8. membuat kurikulum anak, mengamati dan mencatat perkembangannya
9. menulis 3x dalam sebulan di blog
sebagai istri
1, Senyum dipagi hari
2. dress up 7 to 8
3.berhenti ngomel, dan marah marah dan menggantikannya dengan istigfar dan dzikir sebelum meledak
4. menyiapkan minuman hangat di pagi hari ( lupa mulu, nunggu diminta hehehe)
5. mengkompromikan jadwal masak kalau baby A, lagi rewel
6. taat pada suami
7. pendengar yang baik dan penasehat handal saat diminta pendapat
sebagai ibu
1. senyum, peluk dan cium untuk setiap anak di pagi hari
2. memberikan porsi yang dirasa pas bagi anak-anak, dengan cara memberikan waktu tersendiri bagi masing-masing anak terutama Aa dan Kaka min 30 menit
3. mendiskusikan menu belajar dan milestone dengan anak yang dirasa asik
4. menyiapkan makanan yang memenuhi kebutuhan gizi anak
5. lebih banyak ngobrol dan mendengarkan
6. merancang kegiatan bersama
indikator ini akan saya coba selama 10 hari, untuk kemudian di review dan direvisi sesuai kebutuhan. dan dilanjutkan selama 90 hari, untuk menjadi kebiasaan.
#NHW#2
#notetomyself
#empoweringmom
#selfimprovment
Tidak ada komentar:
Posting Komentar