Senin, 18 Januari 2016

Belajar gagal dari bakso gagal

" Ma..cu...ma..cu..." zaid dengan suara cadelnya sibuk mengacung-acungkan garpunya.
" Zaid...mau baso ?" kepalanya menganggk-angguk penuh semangat
"tidak ada nak, di panci itu sup bukan baso " saya berusaha menjelaskan seterang mungkin pada bayi 20 bulan
"habis..ma...habis" dia tampak paham
" iya..de..habis, tidak ada mama gak punya baso"
" habis...habis..." begitu ulangnya berkali-kali
tidak berapa lama kemudian
" mama...telepon tukang baso, aa mau baso".... olala...kenapa hari ini anak-anak minta bakso.
saya pun sms tukang baso langganan.tidak berapa lama tukang bakso menelpon
" bu, punten jatah libur sadayana teu icalan"... (Bu, maaf jatah libur semuanya gak ada yang jualan )
" A...gak ada mang baksonya libur "
" Yaaa..." bahu terkulai...suara bernada kecewa
" Ya udah mama bikin ya A " kataku semangat 45
" emang bisa?" , waduh...si aa meragukan mamanya bisa bikin baso.
" bisalah...kita coba dulu aja", saya semangat mengeluarkan daging beku untuk dithawing.
seingat saya saya menyimpan resep bakso di album facebook. buka sebentar...baca sebentar..."oh oke..gampang" pikir saya
dua jam berlalu...hampir lupa niat awal, ternyata daging sudah mencair, ups...gak ada tepung sagu...
buka-buka lemari dapur, loh...kemana si tepung sagu.  yang ada cuma terigu...
ah...gak papa deh buat dimakan sendiri ini, baca resep lagi..untuk 1 kg daging garamnya 1 gandu (garam padat) ini apa gak kebanyakan ya. ketika memasukkan semua bahan mencampur setengah kilo daging dengan 250 gr terigu,garam...kalo liat resep banyak banget ya...oh mungkin karena direbus nanti berkurang asinnya. begitu perkiraan saya, dengan pedenya saya masukkan 2 sendok makan. cukuplah...kan adonannya banyak.  ah..biar ga hancur saya masukkan 4 putih telur.
adonan pun jadi...saya mencoba tehnikmembulatkan baso dengan cara digenggam, dan ujungnya disendoki. saya pencet adonan dari tangan sambil disendoki satu persatu. baso masuk ke air mendidih.
bolak-balik. saya cuci tangan, dan ambil tisu...karena terganggu dengan keringat yang menetes di dahi...jadi berpikir...ih...gini kali ya kalo mang-mang bikin bakso...trus dimakan my krucil...Oh..No...
Bakso pun jadi . ini tampilannya...tampak mirip dengan bakso pada umumnya. :)


waktu proses pembuatan aa ikut sibuk, mencoba membulat-bulat baso
" A...lain kali kita bikin baso sendiri aja ya, coba aa bayangin kalo yang bikin tangan orang lain"
" emang kenapa ma?"
" ya kan...kita gak tau kebersihan orang"
iya juga ya..." aa tampak berpikir
 setelah baso matang..." cobain a.."
" yeeakk...gak enak, lembek".. aa langsung melepeh baksonya
zaid masih lumayan habis dua tapi setelah itu gak lag-lagi..

baiklah..sodara-sodara...ternayta bakdonya memang gak krenyes-krenyes kaya di penjual, bakso, gak kenyal, tekstur luarnya juga pecah-pecah.. ih padahal pas baru angkat dari panci udah excited aja karena bentuknya mirip dengan bakso yang biasa dijual.
satu lagi...baksonya keasinan... lak...mesti kasinan...itu komentar pak suami via whatsapp waktu saya cerita.

Penasaran akhirnya saya pun browsing tentang perbaksoan di internet..buka beberapa blog, meneliti beberapa resep dan menemukan tehnik tehnik tertentu untuk membuat bakso.
ternyata dari berbagai informasi yang ada, memang ada dikenal obat bakso, ini food additivies yang pasti ditambahkan, selain issue boraks tentunya. polly powder ini dianggap paling aman.
untuk membuat permukaan bakso tidak pecah ternyata...air untuk merebus tidak boleh mendidih...
dan masih banyak lagi tehnik yang saya catat.

" gak enak ah mah..tuh kan mama gak bisa " itu komplain aa
" ya..A, namanya juga belajar, kan mama belum pernah bikin"
"besok kita coba lagi ya A, gak boleh menyerah "
nih...mamah udah nemu cara-cara yang betul..tadi kan nyoba aja, saya memperlihatkan blog justtryand taste yang saya baca pada aa
"pokonya gak boleh nyerah A, sampai kita bisa bikin baso enak" kata saya menyemangati diri sendiri
" iya deh..tapi nanti mamah aja, yang bikin" sahut Aa
" Oke A, nanti mamah ke pasar lagi, beli daging. kita coba lagi ya.."
"Sip"

penting bagi saya mengajarkan pada Aa untuk tidak mudah menyerah karena baru satu kali gagal, tidak apa-apa hari ini gagal..besok coba lagi. Lain kali untukl mempelajari sesuatu yang baru ada baiknya juga kita tidak langsung praktek tapi mencari dulu teori dan informasinya... tapi ada baiknya juga langsung praktek dan mencari tahu kemuadian apa yang membuat gagal.

Lesson hari ini buat saya dan Aa..seperti yang selalu ibu guru saya bilang...Its oke to make mistake as long as you can learn from your mistake

#ODOPfor99Days#day11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar