Sabtu, 05 Desember 2015

Mendidik anak dalam Tiga masa Part 2

Suatu hari saya pernah ditegur...mba..kok tega anaknya disuruh mandi sendiri? apa iya bersih...saya sih takut gak bersih....anakku yang sudah SD saja masih ta` mandikan mba..takut ga bersih...
saya cuma tersenyum...yaaa...sebersih bersihnya anak umur 3 tahun mandi mbak...jawab saya...gak papalah...biar belajar ,mandiri...hehehe..saya mungkin raja tega...tapi dari beberapa grup whatsaap yang saya ikuti...dari situlah saya banyak belajar melatih kemandirian anak sejak dini.
ini ada tulisan dari mba Ani...yang sayang banget untuk dibuang...
tulisan ini untuk sarana  belajar dan pengingat buat saya belajar praktek . daripada ke delete di hp.simpen di blog aja ya :)

Psycho Coffee Morning
For Parents

Oleh : Ani Ch, penulis buku & pemerhati pendidikan keluarga

▪☕▪☕▪☕▪☕▪

Teman, dalam 'Parent Edition' saya ingin mengajak  untuk berdialog tentang hubungan orangtua dan anak-anak.
Anak yang jadi amanah terindah bagi para orangtua, karena walaupun telah tiada, pahala kita akan tetap mengalir dari doa dan kesholihan anak-anak kita..
Anak yang juga amanah terberat bagi orangtua, karena ketika kaki kita sudah menapak di surga, dan ternyata anak kita ada di neraka, maka kita bisa terseret kesana..

.
Rabu, 2 Desember 2015

Mendidik Anak
dalam Tiga Masa
(Bagian 2)


"Anak saya ini kok ya susah banget disuruh belajar ya...?. Sudah kelas 3 SD lho bu ani...!, nanti kalo ketinggalan pelajaran gimana?, padahal dia pinter. Kalau saya paksa sedikit gituuu, belajar sebentar ya 'nyantol', paham bener, tapi kalau disuruh belajar, susaaaah..., kayak cepet capek gitu lhooo!".

"Maaf bu, apakah ananda sudah makan sendiri?, tidak disuapi maksud saya".

"Oya bisa dong!"

"Setiap hari bu? Selalu makan sendiri ya? Maksud saya bukan hanya bisa, tapi apa sudah terbiasa?"

"Haaa..., ya itu, kalau gak disuapi, makannya luaamaaa.. nggak habis. Lagian kalau makan sendiri masih belepotan!".

"Coba dibiasakan makan tanpa disuapi setiap hari, SE-LA-LU!, semoga nanti kesadaran belajarnya tumbuh".

Si ibu bengong sebentar. Urusan makan saja sampai jadi saran untuk belajar. Apa hubungannya ya...?

Teman...
Masa 7 tahun ke atas, adalah masa kuat untuk "pembiasaan",  berbagai macam perilaku baik harus "dibiasakan".

Alasan pertama, adalah tentu saja karena semboyan' alah bisa karena biasa'.
Anak bisa mandiri kalau dia terbiasa makan sendiri, terbiasa mandi sendiri, terbiasa pakai baju sendiri, terbiasa menata bukunya sendiri, dan sejenisnya.

Anak akan bisa disiplin kalau dibiasakan bangun pagi, kalau dibiasakan datang sekolah tepat waktu, kalau dibiasakan pulang ke rumah tepat waktu, kalau dibiasakan berangkat tidur tepat waktu.

Alasan kedua adalah bahwa "Sesuatu yang istiqomah yang mendatangkan keberkahan".

Anak yang istiqomah mandiri, akan membuahkan karakter bertanggung jawab seperti cerita tadi. Anak yang bisa makan sendiri tapi masih disuapi pastinya 'dimanjakan', ibunya nggak tegaan!, makanya anaknya jadi 'agak tergantung', makanya jadi 'kurang daya juang', makanya jadi 'malas belajar'.

Tentu saja, masih banyak 'kebiasaan-kebiasaan lain' yang akan berbuah 'karakter lain'.
Terlalu panjang jika dibahas satu-satu..., lain kesempatan insyaAllah...

Karakter bisa dibangun dengan kebiasaan, maka pembiasaan adalah metode dahsyat untuk anak usia 7 tahun ke atas. Mari dicoba..!!

.

7 tahun kedua dinyatakan Ali bin Abi Thalib ra. sebagai masa mendidik anak sebagai 'tawanan'.

Hohoho...seramnya...!
Oohh.. tentu tidak!
Pada masa Rasulullah tawanan perang diperlakukan sangat manusiawi...

Maksud sebenarnya dari pengambilan istilah 'tawanan' sebenarnya lebih kepada penekanan pentingnya mengenalkan adab, aturan, dan juga etika pada anak di usia ini.

Yaaa..., pengelolaan aturan atau manajemen aturan akan sangat manjur diterapkan pada anak usia 7 tahun ke atas.

Apakah aturan itu?
Aturan itu secara sederhana adalah apa yang boleh dan tidak boleh, alasannya adalah karena ada yg baik dan tidak baik.

Anak-anak sedang dalam masa eksplorasi, dan agar proses tersebut tetap 'pada track-nya' dan juga anak-anak tidak berlebihan, aturan sangat dibutuhkan.

Boleh minum tapi sambil duduk, tidak boleh berdiri.

Boleh makan es krim, tapi harus dihabiskan, dan sampahnya tidak boleh dibuang sembarangan.

Boleh nonton tv, tapi ada jam-nya.

Boleh main keluar rumah, tapi ada waktunya.

Dan berbagai macam aturan lainnya. Ibarat mengajak anak berjalan diatas jembatan, maka aturan adalah pagar jembatan agar anak aman, tidak jatuh.

Lebih jauh ketika aturan dikenalkan, kemudian dibiasakan untuk menaatinya, maka anak-anak akan mudah beradaptasi dengan batasan 'halal dan haram' yang lebih luas, bahkan anak-anak kita akan bisa survive dengan norma-norma yang akan ditemuinya di dunia global.

👍🏻👫☝🏻👫👍🏻👫☝🏻👫

Teman...
Tentu saja pembiasaan yang dilakukan harus penuh kasih sayang. Manajemen aturan juga harus dilakukan dengan penuh ketegasan tapi tetap bernuansa kelembutan. Dan agar nuansa ini tercapai, para orangtua perlu menguasai teknik komunikasinya. Teknik komunikasi tegas tapi tidak otoriter.
Teknik mengingatkan anak tapi tidak menyakitkan. Teknik memuji anak tapi tidak menjadikannya 'gila pujian'.
Perlu panjang kali lebar kali tinggi untuk pembahasan hal ini...
Kita sambung kali lain.

See you next edition..!!

👍🏻👫☝🏻🏻👫👍🏻👫☝🏻👫

.

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar